huhumm... karena saya diamanahi koordinator akhwat dalam Lembaga Da'wah Fakultas kampus saya, maka saya ingin berbagi fungsi seorang koordinator akhwat yg telah saya pelajari dalam berbagai refrensi...
Semoga bernabfaat>>>
Apa peran strategis seorang korwat dalam sebuah departemen atau kepanitiaan ? terkadang di kampus kami korwat tampak hanya sebagi “penyampai pesan” saja dari ikhwan ke akhwat.
Menurut saya “akhwat mempunyai kekhasan tersendiri, oleh karena itu perlu peran serta lingkup yang luas dari pengelolaan muslimah”. Statement inilah yang membuat saya menaikkan posisi sektor muslimah yang tahun lalu “hanya” selevel divisi, saat ini menjadi sektor yang langsung dibawah koordinasi saya sebagai ketua LDK. Memang setelah mengamati langsung selama 3 tahun di kampus, muslimah mempunyai keunikan tersendiri dalam lingkup dakwah kampus ini.
Terkait peran fungsi dan posisi seorang koordinator akhwat, saya mewawancarai khusus korwat Departemen Manajemen Sumber Daya Anggota (MSDA) Nuri Trianti dan korwat departemen ekonomi Dina Rachmi untuk melengkapi pandangan saya terhadap pertanyaan ini. Dalam organisasi dakwah kampus, kita mengenal istilah korwat untuk mendampingi seorang kadept dalam sebuah departemen. Saya pun bertanya pada awalnya,”sebenarnya apa sih peran korwat ? apakah hanya sebagai notulen dan mem-forward pesan ke anggota muslimah yang lain?”
“tidak !!”, begitulah jawaban dua korwat tersebut. Peran korwat jauh lebih besar dari itu. Korwat berperan sangat signifikan dalam menjaga keseimbangan departemen dan sebagai penjaga nilai dari sebuah departemen. Terutama dalam kondisi dakwah kampus yang menjaga nilai adab antara muslim dan muslimah. Selain itu muslimah membutuhkan pendekatan khusus dalam berdakwah, sehingga metoda “cuek” dan “terlalu rasional” pria terkadang tidak cocok, dibutuhkan pendekatan “hati ke hati” terhadap kader muslimah, dan itu hanya bisa dilakukan oleh seorang korwat.
Sejauh pemahaman saya dan disempurnakan oleh hasil diskusi dengan dua korwat berpengalaman ini, saya bisa menyimpulkan beberapa hal yang menjadi peran strategis utama yang hanya bisa dilakukan oleh korwat.
Managerial
Peran strategis pertama adalah me-manage atau mengatur dan memimpin para muslimah dalam sebuah departemen atau kepanitiaan. Mengkoordinir muslimah, begitulah peran pertamanya. Bagaimana seorang korwat bisa mengetahui dengan dalam setiap individu muslimah dalam tim serta membimbing mereka agar produktifitas dakwah berjalan. Biasanya dalam kondisi butuh keputusan mendesak, dibuat dua forum dalam sebuah tim, dibagi berdasarkan gender. Dan korwat lah yang memimpin para muslimah ini. Ia pula yang diharapkan dapat sebagai tempat curhat bagi para muslimah yang berada dalam tim, ia yang selalu memberi motivasi dan memberi ucapan selamat atas keberhasilan kepada para muslimah.
Upgrading
Meningkatkan kapasitas internal setiap anggota tim yang muslimah. Korwat berperan sebagai guru yang memberikan pengetahuan , pengalaman dan saran agar para muslimah dapat menjalankan beban dakwah yang ada dengan baik. Peningkatan kemampuan internal ini adalah bagian dari kaderisasi departemen yang memang harus dilakukan. Harapannya dalam kaderisasi ini seorang korwat dapat membentuk calon penggantinya di kemudian hari.
Controlling
Memantau kesehatan dan kebahagiaan kader muslimah dalam menjalankan amanah dakwah. Kesehatan yang dimaksud terkait dua hal, kesehatan fisik yang dipengaruhi oleh asupan gizi, lama waktu istirahat dan olahraga yang dijalankan. Serta kesehatan ruhiyah yang dipengaruhi oleh ibadah yang dilakukan, kepahaman, dan kedekatan kepada Allah. Serta tingkat kebahagiaan atau enjoyment dari kader dalam menjalankan agenda dakwah. Oleh karena itu seorang korwat diharapkan dapat memantau kader muslimah dari sisi ini, dan memberikan treatment khusus jika ada masalah atau kendala pada kader.
Penampung Aspirasi
Muslimah mempunyai taste and reference tersendiri dalam berpikir dan mengambil keputusan. Oleh karena itu seorang korwat dituntut untuk dapat memancing aspirasi yang ada diantara para kader muslimah dan menampungnya dan menyampaikannya ke kepala departemen atau untuk dibahas di rapat. Selain itu diharapkan seorang korwat dapat menyelesaikan masalah internal muslimah dengan segera. Termasuk pula menampung dan menindaklanjuti aspirasi kader pria terhadap kader perempuan.
Komunikasi Dengan Kader Pria
Fungsi komunikasi seperti melanjutkan pesan dari kepala departemen terkait rapat dan sebagainya, dan menyampaikan usul-usul dari muslimah yang mungkin sulit untuk mengungkapkan pemikirannya. Dalam sebuah rapat, saya selalu memperhatikan posisi duduk seorang korwat selalu yang paling dekat dengan pria. Ini seperti “penjaga” dari para muslimah dan “pemimpin” dalam sebuah rapat.
Memimpin eksekusi agenda khusus muslimah
Sebagai contoh dalam departemen kaderisasi, dimana terdapat kaderisasi khusus muslimah. Seorang korwatlah yang akan memimpin rapat, eksekusi dan lain-lainnya. Atau dalam persiapan sebuah acara dimana, kader muslimah diminta untuk mengerjakan bagian tertentu bersama, maka seorang korwat yang mengkoordinir dan sebagai penanggungjawab tugas tersebut
Penyeimbang dan back up kepala departemen
Bisa dikatakan secara informal seorang korwat adalah wakil ketua departemen dimana ia pengambil kebijakan tertinggi kedua setelah kepala departemen. Selain itu korwat diharapkan mampu memotivasi staff muslim untuk memimpin rapat untuk pengambilan kebijakan jika seorang kepala departemen sedang berhalangan atau bermasalah. Korwat diharapkan juga dapat sebagai penyejuk departemen yang mungkin terlalu dikejar deadline dan rasionalisasi seorang pria. Ia diharapkan dapat sebagai penasehat moril departemen. Peran korwat dalam memberikan motivasi secara khusus kepada kepala departemen untuk memastikan bahwa roda departemen tetap berjalan. Dengan tetap menjaga batasan syariah, seorang korwat dapat menjadi teman diskusi dan berpikir seorang kepala departemen terkait permasalahan di departemennya.
yang jelas,jd koordinator akhwat tu menyenangkan... tahu knp? cz tidak banyak koordinasi dgn ikhwan (*oupss! :p)
kn lbh enak ngomong sm sesama cewe' drpd ad anak cowo', y ga?
Selasa, 10 Mei 2011
Bagaimana Menokohkan Diri Anda
Saat ini kita mempunyai target untuk menokohkan kader dakwah kampus dengan harapan dapat memunculkan figur yang memang “jebolan” dakwah kampus, bagaimana cara Kita sebagai pribadi untuk meningkatkan kapasitas kita dan ketokohan kita di kampus, regional, maupun nasional ?
Memang rencana ini masih belum berjalan dengan ideal, karena berbagai faktor antara lain; (1) belum siapnya kader dakwah kampus untuk menghadapi dunia luar lembaga dakwahnya, ciri eksklusif masih banyak terdapat pada kader dakwah kampus.(2) kerendahan hati para kader dakwah, sebuah sifat yang sangat terpuji, akan tetapi jika digunakan pada tempat yang salah akan berakibat pada tidak berkembangnya dakwah, saya berpesan agar kita tidak tawadhu salah tempat. (3) kelemahan pemanfaatan teknologi, kemajuan teknologi saat ini semakin berkembang, Anda bisa menjadi seorang yang dikenal luas dengan memanfaatkan teknologi ini, seorang tidak perlu bertemu langsung dengan Anda, akan tetapi ia akan dapat mempercayai Anda serta menganggap Anda seorang yang telah dikenal luas.(4) pendeknya masa perkuliahan, saya merasakan bahwa seorang kader matang saat tingkat tiga, sedangkan masa kuliah pada umumnya hanya 4 tahun, sehingga belum sempat seorang kader menokoh secara nasional, bahkan daerah, ia sudah keburu dikejar dengan kelulusan. (5) tidak merasa ( atau mungkin malu ) sebagai kader dakwah kampus. Beberapa kader pernah saya amati tidak merasa bisa “menjual” dirinya jika ia berpredikat kader dakwah kampus. Mungkin sebetulnya banyak kader yang telah tertokohkan, akan tetapi ia tidak dipandang sebagai kader dakwah kampus.
Melihat kenyataan serta tuntutan yang ada terkait ketokohan kader dakwah, perlu kiranya Anda secara pribadi yang menokhkan diri Anda. Saya mempunyai keyakinan bahwa Anda dapat menjadi tokoh yang bermanfaat bagi dakwah kampus. Anda mempunyai potensi sebagai pribadi, Anda punya lembaga dakwah yang menjadi lingkungan Anda belajar dan berdakwah dan Anda bisa memanfaatkan jaringan FSLDK sebagai pendukung ketokohan Anda di tingkat kampus, daerah, bahkan nasional.
Pernahkah Anda berpikir bahwa tidak ada definisi tokoh yang sama bagi setiap orang. Karena setiap orang mempunyai standar tersensdiri, kebutuhan idola tersendiri dan kebutuhan panutan yang berbeda-beda. Jadi setiap dari Anda bisa menjadi tokoh dengan potensi yang Anda miliki serta dengan jumlah massa pendukung yang memang akan terkena dampak ketokohan Anda.
Saya pernah menulis tentang bagaimana menokohkan kader dakwah, pada tulisan ini saya menyampaikan bahwa kader dakwah bisa menjadi tokoh dari berbagai pendekatan yang ada. Tergantung Anda bisanya menokoh dengan cara yang bagaimana. Apakah Anda sebagai sosok, religi, akademisi, olahragawan, seniman, aktifis mahasiswa, atau lainnya. Tahap pertama adalah menentukan jalur ketokohan Anda.
Seorang tokoh yang dibutuhkan saat ini adalah sosok tokoh yang moderat, dimana ia tidak terlalu ekstrem dalam berpikir, akan tetapi tetap dengan landasan berpikir yang kuat. Seorang tokoh yang disenangi adalah tokoh yang luwes, supel dan terbuka serta bisa berkomunikasi dengan orang banyak. Saat ini banyak kader yang mempunyai kapasitas pemahaman yang kuat, akan tetapi hanya sedikit sekali yang bisa membahasakannya kepada objek dakwah yang heterogen dengan baik, alhasil ia hanya bermanfaat bagi sesama kader saja.
Baiknya Akhlak serta budi perkerti dan tata bahasa menjadi daya tarik tersendiri, seorang yang berakhlak baik, dan memiliki prilaku yang sangat baik akan menimbulkan pull effect untuk menimbulkan keterkesanan dari masyarakat luas. Seorang tokoh diharapkan pula dapat memahami seni mengkritik dan dikritik dengan baik ( ada buku khusus dengan judul ini ). Karena perlu kita pahami semua, bahwa setiap kebijakan, pemikiran dan tindakan kita pasti ada yang menentang dengan berbagai alasan. Untuk menjadi tokoh yang bijak Anda perlu memahami seni mengkritik dan dikritik ini agar Anda bisa terus maju dan tidak mudah mundur karena kritikan seseorang. Memahami cara mengkritik perlu juga agar Anda tetap bisa menjaga citra sebagai sosok yang tidak asal ngomong. Dalam memahami masyarakat selain Anda perlu menyaring apa yang dikatakannya, Anda perlu juga memahami sebab atau latar belakang ia mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan Anda, sehingga Anda bisa memberikan antitesis yang tepat sasaran.
Tokoh bergaul dengan tokoh, dan dari seorang tokoh akan muncul pula tokoh yang lain. banyaklah bergaul dan belajar dengan seseorang yang telah Anda Anggap tokoh, apakah itu sosok ulama, pejabat, penulis, ilmuwan dan sebagainya agar bisa mendapatkan ilmu bagaimana menjadi tokoh dengan baik. Serta untuk mendapatkan jaringan dari tokoh yang kita dekati ini. Semakin banyak referensi tokoh yang Anda miliki, semakin berkarakter diri Anda dalam menokohkan diri. Dari tiga paragraf ini bisa disimpulkan, tahap kedua adalah memahami karakter seorang tokoh.
Selanjutnya, tahap ketiga adalah menentukan media yang akan digunakan untuk meningkatkan ketokohan diri. Saat ini berbagai media bisa digunakan untuk meningkatkan ketokohan. Media yang paling sederhana adalah tulisan pemikiran Anda, Anda bisa memulai dengan menyumbangkan tulisan pada media yang telah tersedia, apakah itu media kampus, media daerah, dan media nasional. Mulailah rutin menulis, dengan menulis Anda akan di claim sebagai sosok yang memiliki pemikiran dan suka menyumbangkann ide yang bisa digunakan oleh banyak orang. Buat target pribadi seperti menulis di koran kampus setiap bulan, menulis di media daerah setiap 1 bulan dan menulis di media nasional setiap 2 bulan sekali. Atau, jika memang belum berkesempatan untuk menulis di media yang telah ada, mulailah menulis di media yang Anda buat sendiri, seperti website atau blog.membuat milis dengan Owner diri Anda dan diasuh langsung oleh Anda, dimana Anda rutin mengirim posting tulisan Anda yang bermanfaat. Reza Ervani dengan milis motivasi indonesia berhasil membuat ketokohan ini dengan baik, begitu pula saya mulai memcoba membangun ketokohan dengan cara ini melalui milis tanyajawabLDK. Menyempatkan diri atau memang mendedikasikan waktu Anda sebagai pemateri / pengisi acara / moderator/ peserta aktif dan kritis pada berbagai skala acara/seminar/talkshow/training dapat juga menjadi ekskalasi yang perlu dilakukan oleh Anda untuk meningkatkan kemampuan komunikasi massal serta mendongkrak ketokohan Anda. Tak lupa pula untuk membangun jaringan dengan tokoh lain, seorang tokoh dinilai sudah menjadi “tokoh” jika ia sudah punya relasi dengan tokoh lainnya.
Tiga tahap ini saya yakini menjadi cara untuk menokohkan diri Anda sebagai kader dakwah kampus yang akan mencitrakan diri Anda serta dakwah kampus pada umumnya. Dengan pencitraan positif ini diharapkan Anda bisa menjadi duta untuk memajukan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap dakwah kampus yang mampu mensuplai seorang yang bisa diterima di masyarakat. Pesan terakhir dari bagian ini adalah salah satu tantangan dalam ketokohan kader adalah ujian dunia terkait uang, jabatan dan akhlak. Kita membentengi diri dengan kedekatan pada Allah serta selalu dalam lingkungan dakwah dengan kader-kader lainnya yang selalu mengingatkan jika kita khilaf dalam bertindak.
>>presented by: FSLDK
Memang rencana ini masih belum berjalan dengan ideal, karena berbagai faktor antara lain; (1) belum siapnya kader dakwah kampus untuk menghadapi dunia luar lembaga dakwahnya, ciri eksklusif masih banyak terdapat pada kader dakwah kampus.(2) kerendahan hati para kader dakwah, sebuah sifat yang sangat terpuji, akan tetapi jika digunakan pada tempat yang salah akan berakibat pada tidak berkembangnya dakwah, saya berpesan agar kita tidak tawadhu salah tempat. (3) kelemahan pemanfaatan teknologi, kemajuan teknologi saat ini semakin berkembang, Anda bisa menjadi seorang yang dikenal luas dengan memanfaatkan teknologi ini, seorang tidak perlu bertemu langsung dengan Anda, akan tetapi ia akan dapat mempercayai Anda serta menganggap Anda seorang yang telah dikenal luas.(4) pendeknya masa perkuliahan, saya merasakan bahwa seorang kader matang saat tingkat tiga, sedangkan masa kuliah pada umumnya hanya 4 tahun, sehingga belum sempat seorang kader menokoh secara nasional, bahkan daerah, ia sudah keburu dikejar dengan kelulusan. (5) tidak merasa ( atau mungkin malu ) sebagai kader dakwah kampus. Beberapa kader pernah saya amati tidak merasa bisa “menjual” dirinya jika ia berpredikat kader dakwah kampus. Mungkin sebetulnya banyak kader yang telah tertokohkan, akan tetapi ia tidak dipandang sebagai kader dakwah kampus.
Melihat kenyataan serta tuntutan yang ada terkait ketokohan kader dakwah, perlu kiranya Anda secara pribadi yang menokhkan diri Anda. Saya mempunyai keyakinan bahwa Anda dapat menjadi tokoh yang bermanfaat bagi dakwah kampus. Anda mempunyai potensi sebagai pribadi, Anda punya lembaga dakwah yang menjadi lingkungan Anda belajar dan berdakwah dan Anda bisa memanfaatkan jaringan FSLDK sebagai pendukung ketokohan Anda di tingkat kampus, daerah, bahkan nasional.
Pernahkah Anda berpikir bahwa tidak ada definisi tokoh yang sama bagi setiap orang. Karena setiap orang mempunyai standar tersensdiri, kebutuhan idola tersendiri dan kebutuhan panutan yang berbeda-beda. Jadi setiap dari Anda bisa menjadi tokoh dengan potensi yang Anda miliki serta dengan jumlah massa pendukung yang memang akan terkena dampak ketokohan Anda.
Saya pernah menulis tentang bagaimana menokohkan kader dakwah, pada tulisan ini saya menyampaikan bahwa kader dakwah bisa menjadi tokoh dari berbagai pendekatan yang ada. Tergantung Anda bisanya menokoh dengan cara yang bagaimana. Apakah Anda sebagai sosok, religi, akademisi, olahragawan, seniman, aktifis mahasiswa, atau lainnya. Tahap pertama adalah menentukan jalur ketokohan Anda.
Seorang tokoh yang dibutuhkan saat ini adalah sosok tokoh yang moderat, dimana ia tidak terlalu ekstrem dalam berpikir, akan tetapi tetap dengan landasan berpikir yang kuat. Seorang tokoh yang disenangi adalah tokoh yang luwes, supel dan terbuka serta bisa berkomunikasi dengan orang banyak. Saat ini banyak kader yang mempunyai kapasitas pemahaman yang kuat, akan tetapi hanya sedikit sekali yang bisa membahasakannya kepada objek dakwah yang heterogen dengan baik, alhasil ia hanya bermanfaat bagi sesama kader saja.
Baiknya Akhlak serta budi perkerti dan tata bahasa menjadi daya tarik tersendiri, seorang yang berakhlak baik, dan memiliki prilaku yang sangat baik akan menimbulkan pull effect untuk menimbulkan keterkesanan dari masyarakat luas. Seorang tokoh diharapkan pula dapat memahami seni mengkritik dan dikritik dengan baik ( ada buku khusus dengan judul ini ). Karena perlu kita pahami semua, bahwa setiap kebijakan, pemikiran dan tindakan kita pasti ada yang menentang dengan berbagai alasan. Untuk menjadi tokoh yang bijak Anda perlu memahami seni mengkritik dan dikritik ini agar Anda bisa terus maju dan tidak mudah mundur karena kritikan seseorang. Memahami cara mengkritik perlu juga agar Anda tetap bisa menjaga citra sebagai sosok yang tidak asal ngomong. Dalam memahami masyarakat selain Anda perlu menyaring apa yang dikatakannya, Anda perlu juga memahami sebab atau latar belakang ia mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan Anda, sehingga Anda bisa memberikan antitesis yang tepat sasaran.
Tokoh bergaul dengan tokoh, dan dari seorang tokoh akan muncul pula tokoh yang lain. banyaklah bergaul dan belajar dengan seseorang yang telah Anda Anggap tokoh, apakah itu sosok ulama, pejabat, penulis, ilmuwan dan sebagainya agar bisa mendapatkan ilmu bagaimana menjadi tokoh dengan baik. Serta untuk mendapatkan jaringan dari tokoh yang kita dekati ini. Semakin banyak referensi tokoh yang Anda miliki, semakin berkarakter diri Anda dalam menokohkan diri. Dari tiga paragraf ini bisa disimpulkan, tahap kedua adalah memahami karakter seorang tokoh.
Selanjutnya, tahap ketiga adalah menentukan media yang akan digunakan untuk meningkatkan ketokohan diri. Saat ini berbagai media bisa digunakan untuk meningkatkan ketokohan. Media yang paling sederhana adalah tulisan pemikiran Anda, Anda bisa memulai dengan menyumbangkan tulisan pada media yang telah tersedia, apakah itu media kampus, media daerah, dan media nasional. Mulailah rutin menulis, dengan menulis Anda akan di claim sebagai sosok yang memiliki pemikiran dan suka menyumbangkann ide yang bisa digunakan oleh banyak orang. Buat target pribadi seperti menulis di koran kampus setiap bulan, menulis di media daerah setiap 1 bulan dan menulis di media nasional setiap 2 bulan sekali. Atau, jika memang belum berkesempatan untuk menulis di media yang telah ada, mulailah menulis di media yang Anda buat sendiri, seperti website atau blog.membuat milis dengan Owner diri Anda dan diasuh langsung oleh Anda, dimana Anda rutin mengirim posting tulisan Anda yang bermanfaat. Reza Ervani dengan milis motivasi indonesia berhasil membuat ketokohan ini dengan baik, begitu pula saya mulai memcoba membangun ketokohan dengan cara ini melalui milis tanyajawabLDK. Menyempatkan diri atau memang mendedikasikan waktu Anda sebagai pemateri / pengisi acara / moderator/ peserta aktif dan kritis pada berbagai skala acara/seminar/talkshow/training dapat juga menjadi ekskalasi yang perlu dilakukan oleh Anda untuk meningkatkan kemampuan komunikasi massal serta mendongkrak ketokohan Anda. Tak lupa pula untuk membangun jaringan dengan tokoh lain, seorang tokoh dinilai sudah menjadi “tokoh” jika ia sudah punya relasi dengan tokoh lainnya.
Tiga tahap ini saya yakini menjadi cara untuk menokohkan diri Anda sebagai kader dakwah kampus yang akan mencitrakan diri Anda serta dakwah kampus pada umumnya. Dengan pencitraan positif ini diharapkan Anda bisa menjadi duta untuk memajukan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap dakwah kampus yang mampu mensuplai seorang yang bisa diterima di masyarakat. Pesan terakhir dari bagian ini adalah salah satu tantangan dalam ketokohan kader adalah ujian dunia terkait uang, jabatan dan akhlak. Kita membentengi diri dengan kedekatan pada Allah serta selalu dalam lingkungan dakwah dengan kader-kader lainnya yang selalu mengingatkan jika kita khilaf dalam bertindak.
>>presented by: FSLDK
Selasa, 22 Juni 2010
lagu-lagu Favorit by Opick!!
Alangkah Indah
Alangkah indah wajah-wajah para muslimin
Penuh cinta kasih di hidupnya
Menjaga diri dari segala dosa
Berkasih sayang pada sesamanya
Alangkah indah wajah-wajah para muslimin
Menjaga mata mulut dan hatinya
Cahya semerbak karana dzikir di hidupnya
Tangan dermawan senyum di wajahnya
Dalam susah hidup alangkah tabahnya kawan
Tiada tau isi dalam dada
Ringan tangan pandangan selalu terjaga
Setiap kata adalah mutiara
Mereka yang tak dilalaikan oleh dunia
Hanyalah Allah satu tujuannya
Diamnya dzikir penuh dengan doa-doa
Setiap langkah adalah ibadahnya…
-------------------------------------------------------------------------------------
Ketika Cinta
Ada tiada rasa dalam jiwa, rindu hati memanggilMu
Karna setiap jiwa kan bersumpah
Setia hanya kepadaMu
Bila cinta ada di dalam jiwa, wangi bunga dunia tanpa nestapa
Sgala yang dirasa hanyalah Dia
Hati kan memuja hanya padaNya
Ketika cinta memanggil gemetar tubuhku
Ketika cinta memanggil, hangatkan nafasku
Ketika cinta memanggil, menderu nadiku
Ketika cinta memanggil…
Rindu rindu rindukanMu memanggil-manggil namaMu
Seperti terbang di langitMu
Tenggelam di lautan cintaMu
Berpadu kalbu yang rindu
Melebur menjadi Satu
Bagai mentari diirigi pelangi, ketika cinta memanggil…
-------------------------------------------------------------------------------------
Hamba-Hamba Allah
Hidup di dunia hanya sebentar saja
Bila duka bila tawa, smoga hati kembali padaNya
Waktu yang berlari takkan pernah bisa kembali lagi
Bila perih bila sedih airmata bukan segalanya
Hanya hamba Allah yang selalu berserah
Hanya hamba Allah yang selalu berpasrah
Karna segalanya bergantung padaNya
Detik waktu kan berlalu
Suka duka kan berlalu
Tiadalah semua abadi
Tangis tawa airmata, semua kan berlalu dan pergi
-------------------------------------------------------------------------------------
Cinta Setulus Jiwa
Dalam duka, dalam suka Engkau ada dan setia temani jiwa
Surya yang memerah, senja di langit dunia, sunyi hatiku terbayang wajah mereka
Yang memelukku, menjagaku memberiku kasih dan sayang
Mencintaiku, merawatku tanpa lelah setulus jiwamu…
Jauh sudah langkah hari yang memanggil rindu di dalam hatiku, Padamu
Andai bisa ku mengulang waktu hanya untuk membahagiakanmu, menyentuhmu…
-------------------------------------------------------------------------------------
>>Sangat Inspiratif...dan smoga bsa menginspirasi yg lain juga...^_^
Alangkah indah wajah-wajah para muslimin
Penuh cinta kasih di hidupnya
Menjaga diri dari segala dosa
Berkasih sayang pada sesamanya
Alangkah indah wajah-wajah para muslimin
Menjaga mata mulut dan hatinya
Cahya semerbak karana dzikir di hidupnya
Tangan dermawan senyum di wajahnya
Dalam susah hidup alangkah tabahnya kawan
Tiada tau isi dalam dada
Ringan tangan pandangan selalu terjaga
Setiap kata adalah mutiara
Mereka yang tak dilalaikan oleh dunia
Hanyalah Allah satu tujuannya
Diamnya dzikir penuh dengan doa-doa
Setiap langkah adalah ibadahnya…
-------------------------------------------------------------------------------------
Ketika Cinta
Ada tiada rasa dalam jiwa, rindu hati memanggilMu
Karna setiap jiwa kan bersumpah
Setia hanya kepadaMu
Bila cinta ada di dalam jiwa, wangi bunga dunia tanpa nestapa
Sgala yang dirasa hanyalah Dia
Hati kan memuja hanya padaNya
Ketika cinta memanggil gemetar tubuhku
Ketika cinta memanggil, hangatkan nafasku
Ketika cinta memanggil, menderu nadiku
Ketika cinta memanggil…
Rindu rindu rindukanMu memanggil-manggil namaMu
Seperti terbang di langitMu
Tenggelam di lautan cintaMu
Berpadu kalbu yang rindu
Melebur menjadi Satu
Bagai mentari diirigi pelangi, ketika cinta memanggil…
-------------------------------------------------------------------------------------
Hamba-Hamba Allah
Hidup di dunia hanya sebentar saja
Bila duka bila tawa, smoga hati kembali padaNya
Waktu yang berlari takkan pernah bisa kembali lagi
Bila perih bila sedih airmata bukan segalanya
Hanya hamba Allah yang selalu berserah
Hanya hamba Allah yang selalu berpasrah
Karna segalanya bergantung padaNya
Detik waktu kan berlalu
Suka duka kan berlalu
Tiadalah semua abadi
Tangis tawa airmata, semua kan berlalu dan pergi
-------------------------------------------------------------------------------------
Cinta Setulus Jiwa
Dalam duka, dalam suka Engkau ada dan setia temani jiwa
Surya yang memerah, senja di langit dunia, sunyi hatiku terbayang wajah mereka
Yang memelukku, menjagaku memberiku kasih dan sayang
Mencintaiku, merawatku tanpa lelah setulus jiwamu…
Jauh sudah langkah hari yang memanggil rindu di dalam hatiku, Padamu
Andai bisa ku mengulang waktu hanya untuk membahagiakanmu, menyentuhmu…
-------------------------------------------------------------------------------------
>>Sangat Inspiratif...dan smoga bsa menginspirasi yg lain juga...^_^
Minggu, 20 Juni 2010
Bismillahirrahmanirrahim...
---Tak bisa dipungkiri, da’wah yang kian berkembang pastinya akan diiringi dengan beberapa permasalahan. Salah satu permasalahan yang gencar saat ini adalah fenomena interaksi ikhwan dan akhwat. Medialah yang sudah memberikan jalan, seperti facebook, twitter, dan yang paling sederhana adalah sms. Sebenarnya jika orang awam yang bermasalah itu masih bisa dimaafkan, tapi bagaimana dengan orang-orang yang sudah cukup paham dengan da’wah.
Muncul fenomena take-take-an oleh ikhwan kepada akhwat, dengan harapan akhwatnya bisa bersabar menunggu, ironis sekali jika ini terjadi, sangat disayangkan, waktu penantian yang terbuang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan da’wah, semangat akan kendur, padahal amanah da’wah sudah menunggu di hadapan mereka, masih banyak hal-hal yang lebih penting daripada hanya memikirkan hal yang belum pasti terjadi, jika memang belum siap untuk melangkah lebih jauh. Lain perkara, ada seorang yang menyatakan cinta kepada akhwat, dan akhwatnya pun membalas cintanya, kemudian mereka akhirnya menjalani hari-hari dengan status HTS (Hubungan Tanpa Status), lagi seorang ikhwan yang sangat menginginkan seorang akhwat tertentu, mencoba berulang-ulang kali agar akhwat ini dapat menerima pinangannya, walau akhwatnya tetap menolak, sang ikhwan tetap mengejar, padahal sesungguhnya sudah ada media yang lebih baik, lebih syar’i daripada menembak secara langsung sang akhwat yaitu melalui guru ngaji yang biasa dikenal murabbi. Murabbi adalah orang yang cukup banyak mengenal diri kita selain orang tua, jauh dari itu murabbi pun memiliki bashirah yang kuat, dan insyaAllah cukup smart dalam menentukan peluang baik buruknya seseorang yang menjadi kandidat calon.
Fenomena lain yang disayangkan, kini lebih banyak pejuang dawah yang lebih senang memilih daripada dipilihkan, walaupun tidak salah, alangkah lebih baiknya jika seseorang itu merasa puas dengan apa yang diberikan murabbi untuknya, dengan siapapun dia, asal memiliki cara pandang yang sama, akhlak yang baik, dan memiliki ghiroh terhadap islam itu sudah cukup. Karena menikah bukanlah urusan pribadi tetapi urusan berjamaah.
Ada yang pernah bertanya pada saya," Mengapa kita harus se-begitu nurutnya dgn Murobbi?"
Sekali lagi,ikhwah...Murobbi juga qiyadah kita. Mski seringkali (mungkin) tak sejalan dengan jalan pikiran kita, tapi apa yg blio putuskan adalah hasil istikhorohnya untuk kita. Tapi keputusan untuk menerimanya,yaa dikembalikan lagi pada masing2 individu.
Berikut merupakan petikan wawancara seorang aktivis da’wah kepada seorang ustadz:
"Bolehkan jatuh cinta dengan sesama aktivis da’wah?"
Cinta adalah fitrah setiap manusia dan merupakan salah satu ni’mat dari Allah SWT. Akan tetapi cinta bagi seorang aktivis da’wahbukan sekedar pemenuhan kebutuhan biologis semata, bukan pula sekedar bersentuhan kulit atau membayangkan kemolekan tubuh atau rupa lawan jenisnya dan bukan pula didorong oleh syair-syair berselera rendah.
Ketika aktivis jatuh cinta, maka dalam konteks keimanan, cintanya merupakan bukti pelaksanaan sunnah Rasulullh sekaligus menggapai mardhatillah, sehingga tidak ada tempat –atas nama cinta- bagiu nafsu rendah yang merusak mardhotillah
Ketika aktifis da’wah jatuh cinta, maka dalam konteks pembinaan, cintanya merupakan bukti peningkatan marhalahnya di hadapan Allah SWT, sehingga tidak ada tempat-atas nama cinta- bagi nafsu yang mengabaikan dan memporak-porandakan asas pembinaan.
Ketika aktifis da’wah jatuh cinta, maka dalam konteks da’wah. Cintanya adalah ekspansi pergerakan menuju gerbang kedua untuk mewujudkan masyarakat yang islami setelah membentuk pribadi yang islami,, sehingga tidak ada tempat-atas nama cinta- bagi nafsu yang menghancurkan tatanan struktur kepribadian islami seorang aktifis da’wah yang telah dibangun dengan susah payah.
Jika seorang aktifis da’wah saling jatuh cinta, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, difahami dan direnungkan dengan jujur,
a. Apakah dengan jatuh cinta sang aktifis sudah siap menuju gerbang pernikahan? Jika sudah, maka lamar dan nikahilah segera. Namun perlu diperhatikan adab dan etika sebagai aktivis da’wah yang terikat dengan institusi da’wah. Jangan terlalu gampang mengartikan 'kesiapan untuk menikah', karena banyak sekali yg dipersiapkan untuknya. bukan hanya berupa ma'isyah tp juga kesiapan non-materi (psikologis, restu keluarga,visi pernikahan,dll). Tetapi jika belum siap jangan coba-coba jatuh cinta.
b. Sudahkah disadari bahwa jika aktivis da’wah menikah, maka ummat harus mendapat nilai lebih dari pernikahannya berupa nilai keteladanan, nilai keberkahan, nilai kemuliaan islam dan utamanya adalah nilai da’wah? Kalau nilai lebih itu tidak ada, maka apa bedanya pernikahan aktivis da’wah dan pernikahan bukan aktivis da’wah? Padahal aktivis da’wah adalah pemikul risalah da’wah
c. Sudahkah difahami bahwa ketika aktivis da’wah menikah, maka pernikahannya harus menjadi jalan jihad baginya, sehingga pernikahannya tidak akan didasari hanya karena simbol –simbol duniawi semata seperti fisik, harta, gelar, pendidikan, nasab/keturunan, kedekatan aktivitas ataupun simbol-simbol duniawi lainnya.
Jadi, jika sesama aktivis da’wah jatuh cinta, maka hal itu sah-sah saja dan merupakan selera pribadi. Tetapi sebagai aktivis da’wah hendaknya selera pribadi kita lebih berkualitas, lebih dewasa dan lebih berbobot kerena hal ini terkait dengan tatanan da’wah yang sedang dibangun. Artinya jika sesama aktivis da’wah saling jatuh cinta dengan mengabaikan tatanan da’wah, maka jatuh cintanya sesama aktivis itu hanya akan merusak tatanan da’wah yang sedang dibangun. Minimal merusak tatanan struktur kepribadian keislaman sang aktivis, padahal begitu sulit membangun kepribadian yang islami, tapi runtuh hanya karena urusan jatuh cinta.
Ikhwah...banyak sekali perkara umat yang menuggu untuk diselesaikan oleh pengemban amanah da'wah seperti kita. Mengapa kita masih disibukkan dengan urusan (yg sebenarnya) sangat tidak penting ini. Coba renungkan...klo masalah dengan hati kita sendri saja tidak mampu kita taklukkan, bagaimana kita menaklukkan perkara umat yg lain??
Ittaqullah...Kembali luruskan niat kita di jalan ini. Bersihkan hati dari berbagai perkara yang menghambat perjuangan da'wah kita. Urusan jodoh sudah ada yang mengatur. Jikalau memang diri kita belum siap untuk menjalani profesi baru sbg suami atau istri, janganlah banyak melambungkan hayalan untuk memikirkannya. Space pikiran kita seharusnya terisi oleh masalah2 umat yg jauh lebih penting untuk diprioritaskan..
Wallahu'alaim bisshawwabb...
(UkhCha-AzZahra)
---Tak bisa dipungkiri, da’wah yang kian berkembang pastinya akan diiringi dengan beberapa permasalahan. Salah satu permasalahan yang gencar saat ini adalah fenomena interaksi ikhwan dan akhwat. Medialah yang sudah memberikan jalan, seperti facebook, twitter, dan yang paling sederhana adalah sms. Sebenarnya jika orang awam yang bermasalah itu masih bisa dimaafkan, tapi bagaimana dengan orang-orang yang sudah cukup paham dengan da’wah.
Muncul fenomena take-take-an oleh ikhwan kepada akhwat, dengan harapan akhwatnya bisa bersabar menunggu, ironis sekali jika ini terjadi, sangat disayangkan, waktu penantian yang terbuang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan da’wah, semangat akan kendur, padahal amanah da’wah sudah menunggu di hadapan mereka, masih banyak hal-hal yang lebih penting daripada hanya memikirkan hal yang belum pasti terjadi, jika memang belum siap untuk melangkah lebih jauh. Lain perkara, ada seorang yang menyatakan cinta kepada akhwat, dan akhwatnya pun membalas cintanya, kemudian mereka akhirnya menjalani hari-hari dengan status HTS (Hubungan Tanpa Status), lagi seorang ikhwan yang sangat menginginkan seorang akhwat tertentu, mencoba berulang-ulang kali agar akhwat ini dapat menerima pinangannya, walau akhwatnya tetap menolak, sang ikhwan tetap mengejar, padahal sesungguhnya sudah ada media yang lebih baik, lebih syar’i daripada menembak secara langsung sang akhwat yaitu melalui guru ngaji yang biasa dikenal murabbi. Murabbi adalah orang yang cukup banyak mengenal diri kita selain orang tua, jauh dari itu murabbi pun memiliki bashirah yang kuat, dan insyaAllah cukup smart dalam menentukan peluang baik buruknya seseorang yang menjadi kandidat calon.
Fenomena lain yang disayangkan, kini lebih banyak pejuang dawah yang lebih senang memilih daripada dipilihkan, walaupun tidak salah, alangkah lebih baiknya jika seseorang itu merasa puas dengan apa yang diberikan murabbi untuknya, dengan siapapun dia, asal memiliki cara pandang yang sama, akhlak yang baik, dan memiliki ghiroh terhadap islam itu sudah cukup. Karena menikah bukanlah urusan pribadi tetapi urusan berjamaah.
Ada yang pernah bertanya pada saya," Mengapa kita harus se-begitu nurutnya dgn Murobbi?"
Sekali lagi,ikhwah...Murobbi juga qiyadah kita. Mski seringkali (mungkin) tak sejalan dengan jalan pikiran kita, tapi apa yg blio putuskan adalah hasil istikhorohnya untuk kita. Tapi keputusan untuk menerimanya,yaa dikembalikan lagi pada masing2 individu.
Berikut merupakan petikan wawancara seorang aktivis da’wah kepada seorang ustadz:
"Bolehkan jatuh cinta dengan sesama aktivis da’wah?"
Cinta adalah fitrah setiap manusia dan merupakan salah satu ni’mat dari Allah SWT. Akan tetapi cinta bagi seorang aktivis da’wahbukan sekedar pemenuhan kebutuhan biologis semata, bukan pula sekedar bersentuhan kulit atau membayangkan kemolekan tubuh atau rupa lawan jenisnya dan bukan pula didorong oleh syair-syair berselera rendah.
Ketika aktivis jatuh cinta, maka dalam konteks keimanan, cintanya merupakan bukti pelaksanaan sunnah Rasulullh sekaligus menggapai mardhatillah, sehingga tidak ada tempat –atas nama cinta- bagiu nafsu rendah yang merusak mardhotillah
Ketika aktifis da’wah jatuh cinta, maka dalam konteks pembinaan, cintanya merupakan bukti peningkatan marhalahnya di hadapan Allah SWT, sehingga tidak ada tempat-atas nama cinta- bagi nafsu yang mengabaikan dan memporak-porandakan asas pembinaan.
Ketika aktifis da’wah jatuh cinta, maka dalam konteks da’wah. Cintanya adalah ekspansi pergerakan menuju gerbang kedua untuk mewujudkan masyarakat yang islami setelah membentuk pribadi yang islami,, sehingga tidak ada tempat-atas nama cinta- bagi nafsu yang menghancurkan tatanan struktur kepribadian islami seorang aktifis da’wah yang telah dibangun dengan susah payah.
Jika seorang aktifis da’wah saling jatuh cinta, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, difahami dan direnungkan dengan jujur,
a. Apakah dengan jatuh cinta sang aktifis sudah siap menuju gerbang pernikahan? Jika sudah, maka lamar dan nikahilah segera. Namun perlu diperhatikan adab dan etika sebagai aktivis da’wah yang terikat dengan institusi da’wah. Jangan terlalu gampang mengartikan 'kesiapan untuk menikah', karena banyak sekali yg dipersiapkan untuknya. bukan hanya berupa ma'isyah tp juga kesiapan non-materi (psikologis, restu keluarga,visi pernikahan,dll). Tetapi jika belum siap jangan coba-coba jatuh cinta.
b. Sudahkah disadari bahwa jika aktivis da’wah menikah, maka ummat harus mendapat nilai lebih dari pernikahannya berupa nilai keteladanan, nilai keberkahan, nilai kemuliaan islam dan utamanya adalah nilai da’wah? Kalau nilai lebih itu tidak ada, maka apa bedanya pernikahan aktivis da’wah dan pernikahan bukan aktivis da’wah? Padahal aktivis da’wah adalah pemikul risalah da’wah
c. Sudahkah difahami bahwa ketika aktivis da’wah menikah, maka pernikahannya harus menjadi jalan jihad baginya, sehingga pernikahannya tidak akan didasari hanya karena simbol –simbol duniawi semata seperti fisik, harta, gelar, pendidikan, nasab/keturunan, kedekatan aktivitas ataupun simbol-simbol duniawi lainnya.
Jadi, jika sesama aktivis da’wah jatuh cinta, maka hal itu sah-sah saja dan merupakan selera pribadi. Tetapi sebagai aktivis da’wah hendaknya selera pribadi kita lebih berkualitas, lebih dewasa dan lebih berbobot kerena hal ini terkait dengan tatanan da’wah yang sedang dibangun. Artinya jika sesama aktivis da’wah saling jatuh cinta dengan mengabaikan tatanan da’wah, maka jatuh cintanya sesama aktivis itu hanya akan merusak tatanan da’wah yang sedang dibangun. Minimal merusak tatanan struktur kepribadian keislaman sang aktivis, padahal begitu sulit membangun kepribadian yang islami, tapi runtuh hanya karena urusan jatuh cinta.
Ikhwah...banyak sekali perkara umat yang menuggu untuk diselesaikan oleh pengemban amanah da'wah seperti kita. Mengapa kita masih disibukkan dengan urusan (yg sebenarnya) sangat tidak penting ini. Coba renungkan...klo masalah dengan hati kita sendri saja tidak mampu kita taklukkan, bagaimana kita menaklukkan perkara umat yg lain??
Ittaqullah...Kembali luruskan niat kita di jalan ini. Bersihkan hati dari berbagai perkara yang menghambat perjuangan da'wah kita. Urusan jodoh sudah ada yang mengatur. Jikalau memang diri kita belum siap untuk menjalani profesi baru sbg suami atau istri, janganlah banyak melambungkan hayalan untuk memikirkannya. Space pikiran kita seharusnya terisi oleh masalah2 umat yg jauh lebih penting untuk diprioritaskan..
Wallahu'alaim bisshawwabb...
(UkhCha-AzZahra)
Selasa, 08 Juni 2010
there is So Many happened here
Bismillahirrahmanirrahiim....
I joined up in a group, maybe it's still not be an organisation yet. It was my decision to choose this way, bcz i joined up in siyasi before.
But every decision have effect and risks. I thought i will be saved and better here. Bcz I know, this place is nice and so calm. Maybe I'm not so busy like before, just a little bit...and I thought it will be fine and enjoy to joined up here.
so many thing happened here. start with my unresponsiveble, than my mistakes with my boss, I think there is no right in my job. everything is wrong. everyone will be faulted me...
but I'm sure, there will be many positive effect for me...
Stronger, Fighter, hehehe....
thank's...
(*Sorry, i just wanna practice my conversation, bcz i'm so weak and my english is so bad,;))
I joined up in a group, maybe it's still not be an organisation yet. It was my decision to choose this way, bcz i joined up in siyasi before.
But every decision have effect and risks. I thought i will be saved and better here. Bcz I know, this place is nice and so calm. Maybe I'm not so busy like before, just a little bit...and I thought it will be fine and enjoy to joined up here.
so many thing happened here. start with my unresponsiveble, than my mistakes with my boss, I think there is no right in my job. everything is wrong. everyone will be faulted me...
but I'm sure, there will be many positive effect for me...
Stronger, Fighter, hehehe....
thank's...
(*Sorry, i just wanna practice my conversation, bcz i'm so weak and my english is so bad,;))
Senin, 07 Juni 2010
Palestine VS Israel = Moslem VS Yahudi
Perkara persiteruan antara Palestine Rakhimakumullah dgn Israeli La'natullah memang ga akn ada habisnya...
memang sudah di-nash-kan dalam kitab suci kita bahwa si Yahudi tdk akn prnah puas hingga umat muslim mengikuti mreka. Lebih baik berkalung Syuhada' drpd hrs menunduk di hadapanmu wahai musuh Allah!!
Sudah cukup kita dibuat geram dengan berbagai berita kamuflase yang mreka luncurkan ke publik, berbagai alibi, pembelaan yang tak masuk akal sampai berbagai akal2an buat mngakali seluruh umat di dunia.
segenap doa marilah kita panjatkan untuk sodara2 kita yang sedang mempertahankan kejayaan agamanya, agama kita, Islam Rakhimakumullah di tanah airnya.
Penjajahan Isrel bukan hanya sekedar upaya ekspansi wilayah, tapi lbih dr skedar itu! ini adalah sebuah kejahatan kemanusiaan dimana rang2 terkutuk itu ingin menginjak2 agama suci kita. Memang agama ini adalah agama yang lurus yang dirahmati Allah dunia akhirat, mski Allah menciptakan banyak Nabi yang membawa berbagai ajaran, tapi Islam adalah penyempurnanya.
SaudaraQ...berbagai upaya tlah mreka lancarka untuk menghambat bersatuya seluruh umat di dunia untuk membela kaum Palestine. Piala dunia di Afrika Selatan, telah membuat semua mata dunia berpaling padanya. Persoalan ekonomi yang disetir oleh seorang Yahudi pun membuat banyak negara berkembang (baca: miskin) kolaps karenanya. bingung bsk mw mkan apa, karena persoalan kocek selalu mengganggu. dunia seolah dibuat sibuk dengan urusannya sendiri.
Lantas kapankah kita meluangkan waktu untuk memikirkan sodara kita? krna g bnar adalah kita seharusnya tidak hanya 'meluangkan' waktu, tapi harus benar2 fokus membela mreka, membela agama Allah...
Wallahu 'alam bisshawwabb...
memang sudah di-nash-kan dalam kitab suci kita bahwa si Yahudi tdk akn prnah puas hingga umat muslim mengikuti mreka. Lebih baik berkalung Syuhada' drpd hrs menunduk di hadapanmu wahai musuh Allah!!
Sudah cukup kita dibuat geram dengan berbagai berita kamuflase yang mreka luncurkan ke publik, berbagai alibi, pembelaan yang tak masuk akal sampai berbagai akal2an buat mngakali seluruh umat di dunia.
segenap doa marilah kita panjatkan untuk sodara2 kita yang sedang mempertahankan kejayaan agamanya, agama kita, Islam Rakhimakumullah di tanah airnya.
Penjajahan Isrel bukan hanya sekedar upaya ekspansi wilayah, tapi lbih dr skedar itu! ini adalah sebuah kejahatan kemanusiaan dimana rang2 terkutuk itu ingin menginjak2 agama suci kita. Memang agama ini adalah agama yang lurus yang dirahmati Allah dunia akhirat, mski Allah menciptakan banyak Nabi yang membawa berbagai ajaran, tapi Islam adalah penyempurnanya.
SaudaraQ...berbagai upaya tlah mreka lancarka untuk menghambat bersatuya seluruh umat di dunia untuk membela kaum Palestine. Piala dunia di Afrika Selatan, telah membuat semua mata dunia berpaling padanya. Persoalan ekonomi yang disetir oleh seorang Yahudi pun membuat banyak negara berkembang (baca: miskin) kolaps karenanya. bingung bsk mw mkan apa, karena persoalan kocek selalu mengganggu. dunia seolah dibuat sibuk dengan urusannya sendiri.
Lantas kapankah kita meluangkan waktu untuk memikirkan sodara kita? krna g bnar adalah kita seharusnya tidak hanya 'meluangkan' waktu, tapi harus benar2 fokus membela mreka, membela agama Allah...
Wallahu 'alam bisshawwabb...
Minggu, 06 Juni 2010
21 May 2010
Begin with basmallah….
Wow, long time no see…. So missing to write anything I have done and so many thing I felt. My Lord… There was so many thing that I wanna tell You. Bout my heart, my feelings, my activity. I realized that nothing happened without U want. Sometime I feel happy and so powerfull, but sometime we feel so blue and weak. But I trusted, if I walking to You, You will running closely…
My Lord, I didn’t know why I have done it… I know I wrong, bcz it made systemic effect, but I don’t understand, why they must tell about it repeatly. It does not make my feeling better, but just make it worse.
I don’t wanna judge them, but just the opposite, I feel so guilty with my self.
Hmm…I don’t wanna tell more exactly about it. It’s still morning. I must build up positive suggestion for better way today.
Heart is like a quiet lake. But, sometime a fallin leave will make it swaying, unstabled. Moreover, if sometime a big stone fallin till the deep of the lake, it will make it shaky and snoring. Nevertheless, I believe that it will calm again. Although, it need more time to do that. Allah gave us pearl in the deep of the lake. No one known how deep our heart, and nobody can pick our pearl. It just we can measure how deep our heart, it just we can see the pearl, although we don’t necessary have to diving it. We just can feel the pearl shining in the dark of our deep heart, it showing us the right path that we must passing. It ‘fitrah’ from The Only One Lord in this world. Allah Subhanahu Wa Ta’ala…
Wallahu ‘alam bisshawwabb…
Begin with basmallah….
Wow, long time no see…. So missing to write anything I have done and so many thing I felt. My Lord… There was so many thing that I wanna tell You. Bout my heart, my feelings, my activity. I realized that nothing happened without U want. Sometime I feel happy and so powerfull, but sometime we feel so blue and weak. But I trusted, if I walking to You, You will running closely…
My Lord, I didn’t know why I have done it… I know I wrong, bcz it made systemic effect, but I don’t understand, why they must tell about it repeatly. It does not make my feeling better, but just make it worse.
I don’t wanna judge them, but just the opposite, I feel so guilty with my self.
Hmm…I don’t wanna tell more exactly about it. It’s still morning. I must build up positive suggestion for better way today.
Heart is like a quiet lake. But, sometime a fallin leave will make it swaying, unstabled. Moreover, if sometime a big stone fallin till the deep of the lake, it will make it shaky and snoring. Nevertheless, I believe that it will calm again. Although, it need more time to do that. Allah gave us pearl in the deep of the lake. No one known how deep our heart, and nobody can pick our pearl. It just we can measure how deep our heart, it just we can see the pearl, although we don’t necessary have to diving it. We just can feel the pearl shining in the dark of our deep heart, it showing us the right path that we must passing. It ‘fitrah’ from The Only One Lord in this world. Allah Subhanahu Wa Ta’ala…
Wallahu ‘alam bisshawwabb…
Langganan:
Postingan (Atom)